1.
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN ZAMAN KUNO
Keperawatan
lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia
perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju peradaban manusia maka
semakin berkembang keperawatan.
Perkembangan
dipengaruhi oleh :Perawatan dan pengobatan zaman purba Orang-orang pada zaman
dahulu hidup dalam keadaan primitive.Namun demikian mereka sudah mampu sedikit
pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau mengobati. Pekerjaan
"merawat" dikerjakan berdasarkan naluri (instink) à naluri binatang à
"mother instinct" (naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam
yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak, merawat orang
lemah)Perawatan Dan Pengobatan Secara Praktis Telah Dilakukan Oleh Orang-Orang
Primitive, Misalnya :
- Merawat dan mengobati
luka-luka
- Menurunkan panas
dengan memberikan air minum yang banyak atauperawatannya dengan
menggunakan air (kompres)
- Membuka absoes dengan
menggunakan batu-batu tajam
- Menhentikan pendarahan
dengan menggunakan batu-batu panas
- Pemakaian
tumbuh-tumbuhan sebagai pengobatan penyakit
Pengaruh
kepercayaan terhadap perawatan dan pengobatan Manusia zaman purba menganut
kepercayaan/agama "animisme" menghubungkan terjadinya penyakit dnegan
kepercayaan animisme ini, sehingga mereka beranggapan bahwa orang menderita
sakit disebabkan karena kemasukan arwah-arwah (roh-roh) itu.
Orang-orang
yang menaruh perhatian terhadap tanda-tanda penyakit orang "ahli"
dalam mengambil tindakan pengobatan terhadap orang sakit. Orang ahli tersebut
kemudiajn disebut ahli obat-obatan/dukun, dalam pengobatan, dukun memperhatikan
aturan-aturan sebagai berikut :
A. Ajaran
Alam
Suatu
kepercayaan yang menganjurkan bahwa alam sendiri memberikan petunjuk-petunjuk
tentang obat yang akan dipakai misalnya Luka yang berdarah di beri balutan atau
kain yang berwarna merah/daun merah. Apabila sakit kuning di beri obat minum
dari akar-akaran atau kulit tumbuhan berwarna kuning.
B. Ajaran
Transmigrasi
Suatu
ajaran yang mempercayai akan adanya kekeuatanm daya pemindahan. Misal : Pada
waktu seorang wanita akan melahirkan, diberi air rendaman daun dan membuka
lebar-lebar semua pintu
Perawatan
Pada Beberapa Bangsa Dan Negara
A. Mesir
Bangsa
mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang terkenal antara
lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh minat terhadap orang sakit
dan memberikan pertolongan pada waktu si sakit sedang tidur. Didirikanlah kuil
yang merupakan rumah sakit pertama di mesir Ketabiban Ilmu ketabiban terutama
ilmu bedah telah dikenal oleh bangsa mesir zaman purba (± 4800 SM). Dalam
menjalankan tugasnya sebagai tabib ia menggunakan bidai (spalk), alat-alat
pembalut, ia mempunyai pengetahuan tentang anatomi, Hygienr umum serta tentang
obat-obatan. Didalam buku-buku tertulis dalam kitab Papyrus didalamnya memuat
kurang lebih 700 macam resep obat-obatan dari Mesir
B.
Babylon dan syiria
Ilmu
pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat ramuan telah diketahui oleh bangsa
Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satu tulisan yang menyatakan bahwa
pada 680 SM orang telah mengetahui cara menahan darah yang keluar dari hidung
dan merawat jerawant pada muka.Bangsa Babylon menyembah dewa oleh karena itu
perawatan atau pengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut.
C. Yahudi
kuno
Ilmu
pengetahuan bangsa Yahudi banyak di peroleh dari bangsa Mesir. Misalnya :
cara-cara memberi pengobatan orang yang terkenal adalah Musa. Ia juga dikenal
sebagai seorang ahli hygiene. Dibawah pimpinannya bangsa Yahgudi memajukan
minatnya yang besar terhadap kebersihan umum dan kebersihan diri.
Undang-undang
kesehatan bangsa Yahudi menjadi dasar bagi hygiene modern dimana cara-cara dan
peraturannya sesuai dengan bakteriologi zaman sekarang, misalnya :
1. Pemeriksaan dan peminilah
bahan makanan yang akan di makan
2. Mengadakan cara pembuangan
kotoran manusia
3. Pelarangan makan daging
babi karena dapat menimbulkan suatu penyakit
4. Memberitahukan kepada yang
berwajib bila ada penyakit yang berbahaya, sehingga dapat diambil tindakan
D. India
Bangsa
India (Hindu) di zaman purba telah memeluk agama Brahmana, disamping memuja dan
meminta pertolongan kepada dewa (dikuil) untuk menyembuhkan orang sakit. Di
India telah terdapat RS khususnya di Utara saat pemerintahan Rasa Asoka, ± 8 RS
dimana sebagian kemudian dijadikan sekolah-sekolah pengobatan dan perawatan
E.
Tiongkok
Bangsa
Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin diantaranya gonorhoea dan syphilis.
Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000 SM ilmu urut dan psikoterapi.
Orang-orang
yang terkenal dalam ketabiban :
- Seng Lung, dikenal
sebagai "Bapak Pengobatan, yang ahli penyakit dalam dan telah
menggunakan obat-obat dari tumbuh-tumbuhan dan mineral (garam-garaman).
Semboyannya yang terkenal adalah Lihat, Dengar, Tanya, Rasa
- Chang Chung Ching ±
200 Sm telah mengerjakan lavement dengan menggunakan bambo.
F. Yunani
Bangsa
Yunani zaman purba memuja dan memuliakan banyak dewa (polytheisme) dewa yang
terkenal adalah dewa yang dianggap sebagai dewa pengobatan putri dan dewa yang
bernama hygiene sebagai Dewi kesehatan, maka timbullah perkataan higyene. Untuk
pemujaan terhadap para dewa didirikan kuil (1134 SM) yang juga berfungsi
sebagai pengobatan orang sakit dan perawatan dikerjakan oleh para budak-budak.
Orang-orang ternama dalam ketabiban antara lain:
1.
Hippocrates (hidup ± 400 SM) à bapak pengobatan dengan jasa :
- Dasar cara pengobatan
sampai sekarang ini
- Penyakit bukan karena
setan, melainkan rusaknya undang-undang alam
- Mengembangkan tehnik
pemeriksaan badan
- Mengajarkan tentang
makanan si sakit
- Menganjurkan supaya
penderita sakit jiwa dirawat secara perikemanusiaan
- Mengajarkan tentang
semangat pekerjaan, menghargai teman sejawat, , bertanggungjawab terhadap
si sakit yang menjadi sumpah hypocrates
2. Plato,
ahli filsafat Yunani, otak sebagai pusat kesadaran
3.
Aristoteles, Ahli filsafat, ahli jiwa dan ilmu haya
G. Roma
Rumah
sakit Roma zaman purba di sebut valentrumdinari Roma yang terdapat di swiss
ditemukan alat-alat perawatan ex. Peralatan untuk huknah pot-pot tempat selep.
Juga ditemukan instrument untuk keperluan pembedahan ex : pisau, pincet, klem
arteri, speculum. Tokoh terkenal Julius Caesar (101-44 SM). Seorang wali Negara
yang pertama-tama mengakui guru-guru hygiene dan menganjurkan tentang kesehatan
dan kebersihan
H.
Irlandia
Pengetahuan
tentang pengobatan telah diketahui lama SM. Tentang Rumah sakit, Seorang putri
raja bernama Macha (abad ke 3) mendirikan rumah sakit untuk orang-orang miskin
yang sakit. Nama RS tersebut Broin Beargh àtau rumah kesusahan
I.
Amerika
Rumah
sakit sederhana telah didirikan dikota besar oleh bangsa Asteken di Amerika
Utara, sedang RS yang baik dan merupakan RS pertama didirikan pada tahun 1521
oleh cortez dari Mexico yaitu RS san Jesu Nazareno
2.
PERKEMBANGAN PERAWATAN ZAMAN PERMULAAN MASEHI
Nabi Isa
lahir "Agama Baru" agama masehi (Nasrasni/Kristen) perkembangan
perawatan bercorak keagamaan ajaran kasih sayang terhadap sesama manusia.
(perhatian dan perawatan terhadap orang kesusahan – keadaan sakit).
Permulaan
diakones
Diakones
pembantu pendeta dalam gereja, memberi nasehat, mengobati orang sakit serta
mengunjungi tempat tawanan. Diakones menjadi satu lembaga wanita yang pertama
dari organisasi agama Kristen yang bekerja dan mengembangkan pekerjaan
perawatan perawat penunjang rumah yang pertama.
Philantrop
Philantrop
laki-laki dan wanita yang menjauhkan diri dari keramaian dunia dan berkumpul
dalam satu tempat-monastic (laki-laki = monk; wanita = non)
3 wanita
yang berjasa Morcella, Febicla, Paula Permulaan rumah sakit.
Agama
Kristen berkembang di Roma, zaman pemerintahan constantyn yang agung (tahun
325). Mendirikan bangunan/tempat khusus untuk menampung orang terlantar orang
sakit yang memerlukan pertolongan dan perawatan xenodocheian = rumah tahu (xeno
= tamu) dalam bahasan latin tamu; hospes "Hospital"/rumah sakit.
Monastic
hospital
Adalah
gabungan antara hospital/xenodochoion dnegan monastery. Disini orang yang sakit
dirawat oleh non (wanita) dimana monastic hospital yang terkenal didirikan pada
tahun 559, mempunyai kurang lebih 200 non. Bentuk dari monastic hospital :
- Bangsal untuk merawat
orang sakit
- Bangunan untuk orang
yang perlu pertolonga, orang cacat, miskin, yatim piatu
- Bangunan tempat tabib
dan tempat monk-monk dan non
- Pekerjaan perawatan
dikerjakan oleh non-non
B.
Penyebaran Agama
Pada
permulaan masehi terjadi penyebaran agama kristen di Eropa. Hal ini berdampak
positif terhadap perkembangan keperawatan. Kemajuan ini terlihat pada zaman
pemerintahan Lord Constandne yaitu dengan :
- XENODHOECIN atau
HOSPES (penampungan orang yang membutuhkan pertolongan terutama orang yang
menderita sakit)
- Mendirikan Rumah Sakit
terkenal di Roma Yaitu MONASTIC HOSPITAL
- Pada pertengahan abad
VI Masehi di Asia Barat Daya-Timur Tengah terjadi penyebaran agama Islam.
Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam abd VII Masehi yang mencakup
Afrika, Asia Tenggara, Asia Barat dan sebagian Eropa yaitu Spanyol dan
Turki.
- Pada waktu itu
berkembang ilmu pengetahuan : Ilmu pasti, ilmu kimia, ilmu hygiene dan
obat-obatan
Kegiatan
pelayanan keperawatan berkualitas telah di mulai sejak seorang perawat muslim
pertama yaitu Rufaidah pada zaman Nabi Muhammad SAW, yang selalu berusaha
memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan kliennya
kaya atau miskin Berikut ini akan lebih dijelaskan tentang sejarah perkembangan
keperawatan dimasa Islam dan di Arab Saudi khususnya :
1. Masa
Penyebaran Islam/the Islamic period (570-632)
Perkembangan
keperawatan masa ini, sejalan dengan perang kaum muslimin/Jihad (holy wars),
memberikan gambaran keperawatan di masa ini. System kedokteran mengenai
pengobatan lebih dilakukan dnegan ke rumah pasien dengan diberikannya resep
oleh dokter. Dalam periode ini dikenal seorang perawat yang bersama Nabi
Muhammad SAW yaitu Rufaidah binti Sa'ad / Rufaidah Al-Asamiya.
2. Masa
setelah nabi/post-prophetic era (632-1000M)
Sejarah
tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali. Dokumen
yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. Dr. Al-Razi yang
digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman yang juga menyediakan
pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan tentang "The reason why
some persons and the common people leave a physician even if he is clever"
dan "A clever physician does not have power to heal all diseases, for that
is not within the realm of possibility". Dimasa ini ada perawat diberi
nama "Al Asiyah".
3. Masa
Late to Middle Ages (1000-1500 M)
Dimasa
ini Negara-negara Arab membangun RS dengan baik dan mengenalkan perawatan orang
sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak
dianut5 RS modern saat ini hingga sekarang, yaitu pemisahan antara ruang pasien
laki-laki dan wanita, serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat
laki-laki, hanya merawat pasien laki-laki
C. Perang
- Adanya perang
berdampak positif bagi keperawatan oleh karena banyaknya korban perang
maka kebutuhan tenaga perawat sangat tinggi.
- Perang salib Banyaknya
sukarelawan dijadikan perawat yang terdiri orde-orde agama, para wanita
yang mengikuti suami ke medan perang. Pengaruh perang salib terhadap
keperawtan adalah mulai dikenal konsep P3K. keberadaan perawat mulai
dibutuhkan dalam ketentraman dan timbul peluang kerja bagi perawat
dibidang sosial.
1. Hotel Dieu Di Lion,
perawat diambil dari mantan wanita jalanan atau wanita yang telah bertaubat
2. Hotel
Dieu di Paris, perawat diambil dari orde-orde agama sesudah revolusi perancis
orde agama dihapuskan dan pekerjaan perawat digantikan oleh orang-orang bebas
yang tidak terikat pada agama. Pelopor perawat yang terkenal di rumah sakit ini
adalah GENEVIEVE BOUZUET
3. ST.
Thomas Hospital, didirikan pada tahun 1123 M, dirumah sakit inilah FLORENCE
NIGHTINGALE memulai karirnya memperbaharui keperawatan.Pada awal abad XIX
reformasi sosial masyarakat merubah peran perawat dan wanita secara umum.
Perawat mulai dipercaya banyak orang. Contohnya adalah FLORENCE Nightingale
yang menjadi pelopor keperawatan dunia.
Florencen
Nightingale Lahir tahun 1820 dari keluarga kaya raya dan terhormat meniti
karirnya dirumah skait ST. Thomas Hospital ditentang keras oleh keluarganya. Ia
diterima mengikuti kursus pendidikan perawat pada usia 31 tahun. Ditunjuk oleh
pemerintahan inggris untuk menata asuhan keperawatan rumah sakit militer di turki
memberi peluang baginya untuk meraih prestasi (Taylor. C, 1989) Sesudah perang
krim Florence nightingale kembali ke Inggris mempelopori berdirinya
sekolah-sekolah perawat modern tahun 1840 Kontribusi Florence Nightingale:
1. Menetapkan standar
manajemen rumah sakit
2. Menegaskan bahwa nutrisi
merupakan bagian penting dari asuhan keperawtan
3. Meyakinkan bahwa
akupasional merupakan suatu terapi bagi orang sakit
4. Mengidentifikasi kebutuhan
personal pasien dan peran perawat untuk memenuhinya
5. Mengemdbangkan standar
okupasi bagi pasien wanita
6. Mengembangkan pendidikan
keperawatan
7. Menetapkan 2 komponen
keperawatan yaitu kesehatan dan penyakit
8. Meyakinkan bahwa
keperawatan berdiri sendiri dan berbeda dengan profesi kedokteran.
9. Menekankan kebutuhan
pendidikan lanjut bagi perawat
4. Tahun
1962-sekarang
Keperawatan
mulai berkembang dengan pesat Tahun 1962 mulai banyak berdiri akademi
keperawatan (AKPER) tahun 1985 program studi ilmu keperawatan (PSIK)
diselenggarakan oleh fakultas kedokteran universitas Indonesia lulusan I tahun
1988
Dampak :
Meningkatkan pelayanan keperawatan, pendekatan proses keperawatan dan
meningkatkan peran dan fungsi perawat.
3.SEJARAH
PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA
Perawatan
sudah dilaksanakan sejak adanya manusia dan yang jadi sasarannya adalah manusia
dari sejak lahir sampai dengan datangnya kematian.
Di
Indonesia pekerjaan perawat dikerjakan berdasarkan naluri perasaan keibuan
untuk merawat anak-anaknya (Mother Instinct). Sejarah perkembangan keperawatan
di Indonesia telah banyak di pengaruhi oleh penjajah diantaranya Jepang,
Belanda, dan Inggris. Dalam perkembangan di Indonesia di bagi menjadi beberapa
bagian diantaranya:
Zaman
Kuno
Seperti
juga di Negara-negara lainnya keperawatan diserahkan kepada perempuan yang
merawat keluarganya Penyakit dianggap perbuatan setan yaitu dukun, cara
pengobatan dengan menggunakan daun-daunan
Zaman
penjajahan Belanda
Tahun
1596 Cornelis De Houtman adalah orang Belanda pertama yang datang ke Indonesia
pada zaman penjajahan.
Zaman
VOC, (1602 – 1799)
Orang-orang
Belanda datang ke Indonesia pertama kali dengan maksud untuk berdagang. Dalam
usaha perdagangannya itu di bentuklah VOC. Sehubungan dengan adanya staf dan
tentara maka dua usaha kesehatan. Untuk itu didirikanlah rumah sakit yang
pertama yang bernama " Binnen Hospital " didirikan pada tahun 1641
bertempat di Batavia ( sekarang Jakarta) Tenaga perawatannya diambil dari
penduduk pribumi ( Bumi Putera ) yang diberi nama Zieken oppaser ( penjaga
orang sakit) Rumah sakit ini dibawah pengawasan dokter militer.
Pada
tahun 1724-1744) di luar kota didirikan rumah sakit yang kedua yang diberi nama
: Buiten Hospital mengantikan Binnen Hospital yang di tutup pada tahun1808.
Karena VOC dibubarkan 1799 maka oleh pemerintahan Belanda menyerahkan kepada
pemerintah Indonesia yang kemuudian membentuk Organisasi Negara " Hindia
Belanda". Pada tahun zaman penjajahan belanda I ( 1799-1811 ) tidak ada
usaha kesehatan yang boleh dikatakan menonjol pada umumnya merupakan usaha
lanjutan dari apa yang telah ada. Pengaruh kententaraan pada keperawatan mulai
ada usaha-usaha dibidang kesehatan yang antara lain
MGD (
Militaire Gezondsheids Dienst ) - dinas kesehatan tentara
BGD
(Burgerlije Gezon Dienst ) – dinas kesehatan rakyat,
Pada
waktu pemerintahan Daendels yang terkenal dengan pembuatan jalan Merak
Banyuwangi, perlu lebih meningkatkan kesehatan tentaranya. Dibuatlah beberapa
Rumah sakit Garnizoen, yaitu di Semarang dan Surabaya. Pelayanannya hanya
memperhatikan dinas kesehatan tentara saja.
Zaman Penjajahan
Inggris Tahun 1811-1816
Gubernur
Jenderal Raffles sangat memperhatikan kesehatan rakyat. Usaha-usaha di bidang
kesehatan tersebut dinyatakan dalam kata-katanya "kesehatan adalah milik
manusia". Usaha-usahanya:
- Mengadakan vaksinasi
umum
- Memperbaiki perawatan
orang sakit gila (jiwa)
- Memperbaiki perawatan
dari orang-orang tahanan.
Zaman
Penjajahan Belanda II (1816-1942)
Setelah
pemerintahan diserahkan kembali pada Belanda, maka usaha-usaha kesehatan nampak
maju. Prof. Dr. Reinwardt menyusun undang-undang kesehatan, diantaranya tentang
praktek dokter, kebidanan, pengobatan dan lain-lain untuk wilayah sekitar
Batavia pada 1819 oleh Residen V Pabst didirikan rumah sakit untuk umum di
Jakarta, diantara rumah sakit Stadsverban di Glodok. Rumah sakit ini mempunyai
perlengkapan yang sederhana. Pada tahun 1919 rumah sakit Stadsverban menjadi
CBZ (Central Burgerlijke Ziekeninrichting) yangkemudian dipindahkan di Salemba.
Dr. W. de
bosch yang sangat menaruh perhatian terhadap kesehatan mendirikan sekolah dokter
jawa (1852), yang kemudian berkembang menjadi STOVIA (1898) dan akhirnya GHS
(1927). Ia juga mengadakan persiapan pendidikan kebidanan pada tahun 1852.
Tahun 1875 pendidikan kebidanan ini ditutup kembali.Rumah-rumah sakit
partikelir(swasta) diadakan oleh Zending.
Muhammadiyah,
bala keselamatan. Salah satu yang terkenal adalah rumah sakit di Gang Paal yang
sekarang menjadi Rumah Sakit Cikini, didirikan pada tahun 1879. rumah skit yang
lain ialah: RS St Carolus di Jakarta, RS St Borromeus di Bandung dan RS
Elizabeth di Semarang. Pendidikan perawatan telah ada yang dimulai di RS cikini
pada tahun 1900. Pendidikan juru rawat dimulai pada tahun 1906 di RS Glodok pad
tahun 1912.
Zaman
Penjajahan Jepang (1942-1945)
Pada
zaman penjajahan jepang keperawatan di Indonesia boleh dikatakan mundur.
Pimpinan rumah sakit yang tadinya adalah orang-orang belanda di ambil alih
orang-orang jepang dan sebagian oleh bangsa Indonesia. Obat-obatan sangat
kurang,oleh karenanya wabah penyakit dimana-mana. Bahan-bahan balutan sangat
kurang,sampai dipergunakannya daun pisang dan pelapah pisang.
Zaman
Kemerdekaan (1945-1961)
Keadaan
rumah sakit dan perawatan mengalami kekurangan-kekurangan terutama obat-obatan.
Semwnjak tahun 1949 pemerintahan mulai membangun dan menyusun kenbali perbaikan-perbaikan
di lapangankesehatan.
Tahun
1962 - sekarang
Perawatan
mulai berkenbang dengan pesat,dengan didirikannya pendidikan akademi
keperawatan (AKPER) dan pada tahun 1962 dan Program Studi Ilmu keperawatan
(PSIK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonsia di Jakarta (1985), yang membawa
dampak positif terhadap pelayanan perawatan. Pendekatan perawatan menggunakan
proses perawatan yang berdasarkan pada kebutuhan manusia seutuhnya.
Perawatan
Penyakit jiwa di Indonesia.
Perawatan
penyakit jiwa di Indonesia tidak sama. Ada yang dirawat dengan lemah lembut,
ada juga yang secara kasar. Ini tergantung dari kemajuan rakyat di tiap daerah.
Perawatan tidak dikerjaan di rumah sakit tetapi di luar rumah sakit, disebabkan
belum ada keinsyafan dan pengertain rakyat tentang penyakit jiwa. Baru pada
tahun 1800 para penderita penyakit jiwa dikumpulkan di bangsal-bangsal tetapi
perawatannya bersifat penjagaan saja.
Rumah-rumah
sakit jiwa baru didirikan pada tahun 1875 di Cilendek,Bogor yang merupakan
rumah sakit jiwa yang pertama di Indonesia dengan kapasitas 400. Rumah sakit
jiwa yang kedua ialah rumah sakit jiwa di Lawang didirikan pada tahun 1894 yang
sekarang terdiri dari sumber porong,Pasuruan,Sumpyuh,sehingga merupakan rumah
sakit jiwa yang terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 3300. Rumah sakit
jiwa ke 3 ialah yang berada di magelang,didirikan pada tahun 1923 dengan
kapasitas 1400.Yang lainnya didirikan di Grogol, Jakarta.Padang, Palembang,
Banjarmasing, Menado, yang masing-masing dngan kapasitas 1.k.60 Perawatan
dikerjakan oleh juru rawat-juru rawat dan penjaga orang sakit dibawah
pengawasan perawat jiwa bangsa Indonesia.
Pendidikan
perawat jiwa baru dibuka pada bulan September 1940 di Cilendek,Bogor.
Pendidikan ini berupa "Kursus".Pada mulanya yang diterima hanya
orang-orang Belanda dan Indo Belanda;pada tahun 1951 dibuka kursus untuk
perawat-perawat bangsa Indonesia.Yang mengikuti banyak yang berasal dari luar
Jawa,misalnya : Sumatra,Kalimantan da sebagainya.
Saat ini
perawatan penyakit jiwa dikerjakan secara modern dan tidak lagi ditempatkan
dalam kamar tertutup,akan tetapi dibangsal-bangsal bebas.Mereka mendapat
kebebasan,dihibur dan dapat bergaul dengan sopan sehingga akhirnya insyaf dan
sadar.
Pengobatan
dengan jalan diberi shock atau dikagetkan.Pada Zaman pertengahan dengan cara
ditakut-takuti atau dijatuhkan kedalam sumur.Juga dipergunakan Hydro-therapie
dengan menggunakan air panas atau air dingin. Pengobatan semacam ini hingga
sekarang masih dilakukan.
Pada
zaman modern sekarang pengobatan dilakukan dengan menggunakan obat-obat
tidur,dihibur dengan musik,olahraga,berdansa dan lain-lain.Shock therapie masih
dilakukan terutama dengan aliran listrik (ECT).Therapie kerja masih tetap
dilaksanakan
Perkembangan
keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi social dan ekonomi yaitu
penjajahan pemerintahan colonial Belanda, Inggris dan Jepang serta situasi
pemerintahan Indonesia setelah Indonesia merdeka Dibedakan atas:
Masa
sebelum kemerdekaan
Masa
penjajahan belanda I Pada masa ini perawat berasal dari penduduk pribumi yang
disebut VELPLEGEK dengan sebutan zieken oppaser sebagai penjaga rumah sakit.
usaha pemerintahan Belanda dibidang kesehatan adalah :
- Mendirikan rumah sakit
I Binnen Hospital di Jakarta pada tahun 1799
- Mendirikan rumah sakit
II Butten Hospital
- Membentuk dinas
kesehatan tentara (military gezond herds dients)
- Membentu Dinas
Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherds dienst)
Zaman
Penjajahan Inggris
Gubernur
jendral Rafles sangat memperhatikan rakyat semboyan :Kesehatan adalah milik manusia.
Usaha-usahanya dibidang kesehatan :
- Pencacaran secara umum
- Membenahi cara
perawatan pasien dengan gangguan jiwa
- Memperhatikan
kesehatan pada para tawanan
Zaman
Penjajahan Jepang
Menyebabkan
perkembangan keperawatan mengalami kemunduran yang juga merupakan zaman
kegelapan dunia keperawatan di Indonesia. Kemunduran-kemunduran ini terlihat
pada
- pekerjaan perawat
dikerjakan oleh orang-orang yang tidak terdidik,
- Pimpinan RS diambil
alih oleh orang-orang jepang,
- Obat-obatan sangat
kurang
- Wabah penyakit terjadi
dimana-mana.
KESIMPULAN
Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir
bersamaan dengan penciptaan manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan
semakin maju peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan. dan
pengobatan zaman purba orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan
primitive, namun demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan
dalam merawat atau mengobati.
Pekerjaan "merawat" dikerjakan berdasarkan
naluri (instink) à naluri binatang à "mother instinct" (naluri
keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam yang bersendi pada pemeliharaan
jenis (melindungi anak, merawat orang lemah). keibuan kemudian bergeser kezaman
purba diman zaman ini orang masih percaya pada suatu tantangan adanya kekuatan
mistis yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, kepercayaan ini di kenal
dengan nama anisme, diman seseorang yang sakit dapat disebabkan karna kekuatan
alam atau pengaruh kekuatan gaib sehingga timbul keyakinan bahwa jiwa yang
jahat akan dapat menimbulkan kesakitan dan jiwa yang sehat dapat menimbulkan
keasehatan atau kesejahteraan.
SARAN
Untuk menjadi perawat yang profesional kita harus tahu
tentang sejarah perkembangan keperawatan, karena dengan mengetahui sejarah
perkembangankeperawatan kita dapat mengetahui sampai dimana perkembangan
keperawatan pada masa dahulu dan dimana letak kekurangan dan kelebihan
keperawatan pada masa dahulu sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan tersebut
hingga menjadi lebih baik.
dari http://akuanakskhg.blogspot.com/